Nusantara Satu Info
Nasional

Tender Tol IKN Segmen Karangjoang-Kariangau Batal Diteken, Kita Lihat 19 Paket Proyek Yuk

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. foto istimewa.

NSI.com, JAKARTA – Rencananya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hari ini, menandatangani kontrak tender proyek jalan Tol segmen Karangjoang-Kaltim Kariangau Terminal (KKT), senilai Rp.3,47 Triliun untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, batal dilaksanakan.

Berdasarkan jadwal yang telah dibuat Kementerian PUPR, tender itu telah dimulai sejak 14 Juli 2022 dan masuk dalam tahap penandatangann kontrak pada 5 September 2022. Selama tender proyek itu dibuka, tercatat ada sebanyak 132 peserta telah mengikuti.

Terkait pembatalan itu, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus sebagai Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, pada hari ini tidak ada kontrak tender IKN lanjutan yang diteken. “Belum [diteken hari ini],” ujarnya, Senin (5/9/2022).

Sebelumnya, Kementerian PUPR disebut kembali menandatangani kontrak sejumlah paket proyek infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai Rp4 triliun pada Senin (5/9/2022).  Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan persis alasan pembatasan penandatangan tender proyek tersebut.

Pembangunan IKN Tahap 1 telah dimulai bersamaan dengan penandatanganan kontrak 19 paket pekerjaan infrastruktur dasar senilai Rp5,3 triliun pada Senin (29/8) lalu . “Dapat saya sampaikan, direncanakan akan dilakukan penandatanganan kontrak kembali pada 5 September 2022 dengan nilai kontrak sekitar Rp4 triliun,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pada Selasa (30/8).

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pembangunan IKN Tahap 1 telah dimulai bersamaan dengan penandatanganan kontrak 19 paket pekerjaan infrastruktur dasar senilai Rp5,3 triliun pada Senin (29/8) lalu.

Adapun detail proyek dan pemenangnya dapat dilihat pada daftar Pemenang Tender 19 Proyek IKN Senilai Rp. 5,32 Triliun :

  1. 1.DED Pengendalian Banjir Sungai Pemaluan,  kontraktor PT. Antusias Raya nilai proyek Rp. 1,7 miliar
  2. LARAP Pengendalian Banjir Sepaku, kontraktor PT. Aditya Engineering  Consultans, nilai proyek Rp. 2,1 miliar.
  3. LARAP Tahap II Bendungan Sepaku, kontraktor PT. Aditya Engenering  Consultans, nilai proyek Rp. 1,6 miliar.
  4. Supervisi Pembangunan Pengendalian Banjir DAS Sanggal 1A (KIPP), Kontraktor PT. Hilmy Anugerah, PT. Yidya Karya (Persero) dan PT. Mulya Sakti Wijaya senilai proyek Rp. 7,4 miliar.
  5. Pembangunan Jalan Kerja/Logistik IKN : Paket Pembangunan Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4, dimenangkan Warkita – Guntur  senilai Rp. 181 miliar.
  6. Jalan Tol IKN Segmen KKT Kariangau-Tempadung, dimenangkan WIKA-PP-JAKON (KSO) nilai proyek sebesar Rp. 1,9 triliun.
  7. Jalan Tol IKN Segmen Tempadung-Jembatan Pulau Balang, KSO 3 kontraktor  nasional yakni WIKA-PP-JAKON dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2,1 triliun.
  8. Penyiapan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Tahap I, pemenangnya PT. Pembangunan Perumahan (persero) Tbk, nilai proyek Rp. 92 miliar.
  9. Manajemen Konstruksi Penyiapan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Tahap I, kontraktor PT. Yodya Karya (Persero) nilai proyek Rp. 3,2 miliar.
  10. Rencana Pengembangan Kawasan (RPK) Pemukiman Timur KIPP, dimenangkan kontraktor PT. Ciriajasa Engineering Counsultans, nilai kontrak Rp. 8 miliar.
  11. Rencana Pengembangan Kawasan (RPK) Pemukiman Hankam (Hankam Precint) KIPP  dimenangkan PT. Virana Karya (Persero) dengan nilai Rp. 8,2 miliar.
  12. Pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi, kontraktor WG-ADHI (KSO), nilai proyek Rp. 567 miliar.
  13. Supervisi Pembangunan Penyediaan Air Baku Persemaian Mentawir Kab.PPU, dimenangkan CV. Patoya Indah dengan nilai proyek Rp. 947 juta.
  14. Supervisi Pembangunan Penyediaan Air Baku Persemaian Mentawir Kab.PPU, dimenagkan Risa Binatama – Astra Millenia dengan nilai proyek Rp. 28,2 miliar.
  15. Pembangunan Jalan Kerja : Paket Pengawasan Teknik Pembangunan Jalan Lingkar Sepaku 4, kontraktor PT. Adiya Widyajasa, nilai proyek Rp. 6 miliar.
  16. Pembangunan Jalan di Dalam KIPP: Paket Pengawasan Teknik Pembangunan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat, kontraktor PT. Seecont, nilai Rp. 6,2 miliar.
  17. Pembangunan Jalan di Dalam KIPP : Paket Pengawasan Teknik Pembangunan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur, jalan feeder dan akses menuju masjid di Kawasan IKN, kontraktor PT. Yodya Karya (Persero), nilai proyek Rp. 5 miliar.
  18. Duplikasi Jembatan Bentang Pendek Pulau Balang : Paket Independent Proof Check (IPC) Desaind Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, dimenangkan PT. Waskita Konsultan Pembangunan sebesar Rp. 2,1 miliar.
  19. Pembangunan Pelindung Tumbukan Kapal dan Bangunan Pelengkap Jembatan Pulau Balang, kontraktor Hutama – Adhi Bangun Cipta, nilai proyek Rp. 291,2 miliar.

Data diolah tim redaksi NSI.com. Sumber : Kementerian PUPR

“Sesuai pesan bapak Presiden RI bahwa prioritas pembangunan nasional ke depan adalah pembangunan infrastruktur IKN, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan,” ujar Basuki.

Sebagai informasi, pembangunan IKN juga dilakukan dengan memberdayakan ekonomi dan sosial yang meliputi pemberdayaan pelaku usaha lokal skala kecil, serta penggunaan tenaga kerja lokal dan material lokal di Pulau Kalimantan yang memperhatikan aspek lingkungan hidup. Salah satunya yang tengah digencarkan yaitu pelatihan tenaga kerja konstruksi bersertifikat dimulai sejak Agustus hingga Desember 2022 mendatang. Agenda pelatihan ini ditargetkan dapat menyerapk 9.300 TKK terlatih dan tersertifikasi.

Sumber : Bisnis.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts