Nusantara Satu Info
Nasional PEMILU

Silon KPU Dinilai Buruk, 81 Balon DPD Ajukan Gugatan ke Bawaslu

Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan tampilan Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) Pemilu 2024 usai peluncurannya di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (24/6/2022). KPU meluncurkan Sipol Pemilu 2024 dan telah membuka aksesnya untuk memperlancar proses pendaftaran dan verifikasi partai politik.Prayogi/Republika.
Bagikan :

NSI.com, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menerima gugatan sengketa yang diajukan 81 bakal calon (Balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, sepanjang proses penyerahan syarat minimal dukungan yang dilaksanakan mulai awal 2023 lalu. Membludaknya jumlah gugatan ini terjadi, karena Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU dinilai mereka buruk. “Sebanyak 81 sengketa yang berjalan di Bawaslu untuk pencalonan DPD rata-rata memang akibat buruknya Silon,” kata Komisioner Bawaslu RI Lolly Suhenty di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (9/5/2023).

Lebih lanjut Lolly menjelaskan, Silon yang merupakan alat bantu dalam proses penyerahan syarat minimal dukungan bakal calon anggota DPD itu kerap bermasalah. Misalnya muncul kode 502 Bad Gateway, atau 419 page expired ketika mengakses kanal tersebut. Terkait 81 gugatan sengketa yang masuk, Komisioner Bawaslu RI Totok Hariyono mengatakan, gugatan tersebut tersebar di 18 Bawaslu provinsi, paling banyak masuk di Provinsi Jawa Barat, yakni ada 17 pengaduan.

Related posts

CorsicanDutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanRussianSpanishThai
Hubungi Redaksi NSI