Nusantara Satu Info
PEMILU

Memperkokoh Peran Media, Bawaslu Bentuk Forum Pewarta Pemilu Indonesia

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja (tengah) didampingi anggota Totok Hariyono (kiri) dan Herwyn JH Malonda (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai memimpin apel siaga pengawasan Pemilu 2024 serentak se-Indonesia di Jakarta, Selasa (14-6-2022). . ANTARA/Reno Esnir/rwa
Bagikan :

NSI.com, JAKARTA – Media massa adalah merupakan salah satu pilar ke-empat di negeri yang menganut sistem demokrasi, terutama di kalangan para insan pers. Di tengah perjalanan bangsa Indonesia menyiapkan Pemilu 2024, hal itu merupakan alarm penting bagi insan pers, dalam mengawal dan menyukseskan pemilihan umum (pemilu) yang berlangsung damai.

Secara khusus, peran media sebagai pilar keempat demokrasi diperkokoh oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Lembaga penyelenggara pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilu dan pemilihan di wilayah NKRI ini, merangkul serta membangun kolaborasi dengan insan pers untuk memperkuat komitmen mengawasi Pemilu 2024, agar berjalan dengan baik, adil, aman, dan damai.

Penguatan komitmen tersebut dituangkan ke dalam “Deklarasi Jurnalis Kawal Pemilu Damai Tahun 2024” yang memuat 7 poin pernyataan dari 35 jurnalis, ataupun pewarta dari berbagai jenis media massa nasional, mulai dari media cetak, daring (online), televisi, radio, hingga pewarta foto.

  1. Para jurnalis berkomitmen untuk senantiasa menjaga integritas dan menjamin kemandirian dalam pemberitaan pengawasan kepemiluan.
  2. Menaati kode etik jurnalistik serta pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran untuk menciptakan pemilu damai.
  3. Bersikap adil dan berimbang dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua pemangku kepentingan kepemiluansecara transparan.
  4. Menguatkan pesan damai dan memberi solusi pada peristiwa konflik serta tidak memperuncing situasi di antara pemangku kepentingan kepemiluan.
  5. Siap meluruskan disinformasi, berita bohong, dan palsu untuk mencerdaskan pemilih melalui pemberitaan edukasi pengawasan kepemiluan.
  6. Senantiasa menyampaikan pesan pengawasan partisipatif dalam diseminasiatau penyebarluasan informasi kepemiluan.
  7. Mereka pun menyatakan siap berkolaborasi untuk ikut serta mengawasi penyelenggaraan pemilu.

Lebih lanjut, deklarasi ditindaklanjuti langsung dengan pembentukan Forum Pewarta Pemilu Indonesia. Sebagaimana disampaikan Subkoordinator Humas dan Media Massa Bawaslu RI Ali Imron, Forum Pewarta Pemilu Indonesia (FPPI) menjadi wadah bagi para insan pers di Tanah Air, untuk aktif memberitakan segala hal yang berkenaan dengan kepemiluan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Related posts

CorsicanDutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanRussianSpanishThai
Hubungi Redaksi NSI