Nusantara Satu Info
PEMILU POLITIK

Mahfud MD : Politik Identitas Boleh, Tapi Tidak Untuk Menjatuhkan

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan politik identitas bukan suatu hal yang dilarang dalam kontestasi pemilu (Dok. Humas Polhukam)
Bagikan :

NSI.com, JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, politik identitas bukan suatu hal yang dilarang dalam kontestasi pemilu. Menurutnya itu bisa saja dilakukan, asal bukan dengan tujuan menjatuhkan pihak lain. Dia mengatakan politik identitas juga tak akan pernah hilang. “Anda orang Jawa itu identitas politik, anda orang Islam itu identitas politik, tidak apa-apa bekerja dengan semangat itu,” kata Mahfud di Surabaya, Selasa (28/2), sembari menegaskan bahwa politik identitas boleh digunakan, tapi harus dilandasi semangat persatuan. Pula untuk berbagi peran membangun Indonesia sesuai identitas masing-masing.

Berbeda halnya ketika politik identitas digunakan untuk menjatuhkan dan menjelekkan pihak lain.
“Tapi tidak boleh, politik identitas digunakan untuk membasmi orang lain,” kata Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu. Sementara itu, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf menganggap pihak yang memakai politik identitas, bertujuan untuk menutupi kekurangannya. Mereka yang memakai politik identitas, kata Gus Yahya, biasanya tidak memiliki keberanian atau gagasan yang layak diberikan kepada publik. “Mereka menipu pemilih dengan artikulasi identitas. Politikus yang pakai identitas sebagai alat politiknya itu penipu,” kata Gus Yahya di kantor PBNU saat dikunjungi anggota Bawaslu RI, Selasa (28/2).

Related posts

CorsicanDutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanRussianSpanishThai
Hubungi Redaksi NSI