Nusantara Satu Info
POLITIK

Jokowi Dinilai “Pancul PDIP” Lebih ‘Nyambung’ ke Prabowo Ketimbang Ganjar

etua DPP PDIP Bambang Pacul nilai Jokowi lebih dekat dengan Prabowo ketimbang Ganjar Prabowo. (Foto: dok. Istimewa)

NSI.COM. JAKARTA – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bambang Wuryanto, memberikan penilaian bahwa Presiden Joko Widodo lebih nyambung jika dekat dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, ketimbang Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

“Kalau misalnya Pak Jokowi dekat enggak dengan Pak Prabowo, 100 persen dekat, nyambung. Kalau itu ukurannya, sedangkan dengan Ganjar susah disambung, perasaannya, susah disambung,” kata pemilik sapaan akrab Bambang Pacul itu beberapa waktu lalu.

“Ini feeling saya begitu, lebih susah nyambung antara Jokowi dengan Ganjar, lebih nyambung Jokowi dengan Prabowo,” imbuhnya. Pancul lanjut menerangkan, Jokowi sudah sejak lama mempertimbangkan sosok Prabowo.

Menurutnya, Jokowi pernah bertanya kepada dirinya (Pancul,red) terkait kemungkinan menjadikan Prabowo sebagai cawapres di Pilpres 2019 silam. Menjawab pertanyaan Jokowi itu, Bambang Pacul mengaku sangat mendukung. Kendati begitu, Bambang Pacul mengaku belum tahu apakah Jokowi akan memilih dan memberikan dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.

“Ketika sebelum 2019 terjadi pertempuran, Presiden [Jokowi] pernah tanya saya, ‘gimana kalau pendapat sampean itu saya wakilnya prabowo’. Itu saya jempol. Lalu saya jawa, saya enggak tahu [akan dipertimbangkan sebagai suksesor atau tidak],” ungkapnya.

Di sisi lain, Bambang Pacul berkata bahwa Jokowi merupakan orang Solo, Jateng yang alam pikirnya sangat dipengaruhi harmonisasi. Terkait dukungan kepada tokoh tertentu di Pilpres 2024 mendatang, ia meyakini, Jokowi akan berdiskusi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelum mengambil keputusan.

“Soal endorsement Jokowi, saya paham betul, kalau dia punya keinginan pasti akan berdiskusi dengan Ketua Umum. Jadi, apapun keinginan Jokowi, one day nanti akan diskusi dengan Ketua Umum.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan bahwa hubungan Prabowo dengan Jokowi baik, dan itu sudah terjalin sejak Jokowi maju sebagai cagub DKI Jakarta pada 2012 silam hingga sekarang.

Muzani menyatakan, pihaknya bersyukur atas hubungan yang baik antara Prabowo dengan Jokowi itu. Pasalnya, Jokowi adalah seorang kepala pemerintahan yang mengendalikan semua kebijakan kementerian, termasuk pertahanan. Sehingga kedekatan seorang menteri dan presiden sesuatu yang baik.

Dia menambahkan, Prabowo merasa apa yang dilakukan terhadap Jokowi saat ini ialah upaya memperkuat dan mengefektifkan pemerintahan Jokowi .Terkait restu dari Jokowi kepada Prabowo untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024, Muzani mengaku belum pernah mendengar.

Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan hal wajar bila benar terjadi, karena Jokowi sudah memasuki periode kedua dan Prabowo merupakan sosok yang kemungkinan bakal maju sebagai capres di Pilpres 2024 nanti.

“Saya kira itu sesuatu wajar, karena Jokowi sekarang periode kedua, kemudian Prabowo mungkin maju. Ketua umum parpol yang insya Allah 13 Agustus ini akan kita putuskan dalam Rapimnas [Gerindra] jadi capres Gerindra,” ujarnya.

“Kalau Jokowi, bukan hanya merestui, tetapi saya kira sebagai orang demokratis, Jokowi memahami memang seharusnya begitulah sebuah mekanisme kepemimpinan dalam negara demokrasi,” pungkasnya.

Sumber : CNN Indonesia | Editor : Redaksi NSI

Related posts