Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

Ini Alasan Kenapa, Kantor Pusat Pertamina Pindah ke IKN Mulai 2026

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. Mantan pasangan pemimpin DKI Jakarta itu, kembali melakukan kunjungan kerja bersama dengan posisi yang kini berbeda. instagram.com/basukibtp
Bagikan :

NSI.com, JAKARTA – Komisaris PT. Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok mengatakan bahwa, terkait rencana pemindahan kantor pusat PT Pertamina (Persero) ke kawasan Indonesia Timur, tepatnya di daerah Balikpapan, Kalimantan Timur, guna mendekati Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, akan dilakukan pada tahun 2026.
Ahok menegaskan, rencana ini akan diwujudkan pada tahun 2026, dengan memertimbangkan beberapa alasan. Diantaranya, untuk mendukung upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga ingin menjadikan Indonesia Timur, sebagai pusat pembangunan yang lebih merata. Ia ingin mendorong investasi di wilayah ini agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

Menurut Ahok, keputusan ini merupakan bagian dari strategi untuk mendekatkan Pertamina dengan kawasan Indonesia Timur. Dengan memindahkan kantor pusat, Pertamina, diharapkan dapat lebih memahami dan merespons kebutuhan energi dan sumber daya alam di wilayah tersebut. Selain itu, pemindahan ini dapat membuka peluang baru bagi Pertamina, untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis di kawasan Indonesia Timur.
Tak hanya pemindahan kantor pusat, Pertamina juga memiliki rencana ambisius lainnya untuk kawasan Indonesia Timur. Yakni Pertamina akan membangun resort dan pusat penelitian di kawasan Industri Kilang Balikpapan. Resort tersebut akan digunakan untuk mengakomodasi para pekerja dan tamu bisnis yang datang ke kawasan tersebut.

Related posts

CorsicanDutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanRussianSpanishThai
Hubungi Redaksi NSI