Nusantara Satu Info
HUKUM POLITIK

DPR Minta Polri Usut 9 Hakim, Diduga Lakukan Perubahan Frasa Putusan MK

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. foto istimewa.
Bagikan :

NSI.com – WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, meminta Polri mengusut tuntas laporan terhadap 9 hakim Mahkamah Konstitusi (MK), karena diduga melakukan perubahan atas frasa putusan MK. Sahroni, sebagaimana  dilansir dari laman dpr.go.id, Ia menegaskan bahwa perubahan kata menjadi sangat penting dalam putusan MK. Bahkan, ia menduga hal ini sudah dilakukan berulang kali oleh oknum yang ‘bermain’ terhadap perubahan frasa dalam putusan MK tersebut. “Saya kira kasus ini memang harus diproses dan diusut. Pasti ada oknum yang bermain. Bukan satu atau dua kali terjadi pengubahan satu kata penting di dokumen penting negara. Ini jelas lahan jual beli,” kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya yang disampaikannya beberapa waktu lalu itu.

Diketahui, 9 hakim MK yang dilaporkan Zico Leonard Djagardo Simanjuntak ke Polda Metro Jaya pada Rabu (1/2/2023) tersebut, terkait perubahan frasa dalam putusan perkara Nomor 103/PUU-XX/2022 tentang uji materi UU Nomor 7 Tahun 2020 tentang MK. Dalam salinan putusan tersebut, ada satu frasa yang berbeda dari yang dipublish di website MK, dengan putusan yang dibacakan hakim konstitusi pada sidang 23 November 2022, yakni pada kalimat ‘dengan demikian’ diubah menjadi ‘ke depan’. Selain 9 hakim konstitusi, turut dilaporkan satu panitera dan satu panitera pengganti.

Related posts

CorsicanDutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanRussianSpanishThai
Hubungi Redaksi NSI