Nusantara Satu Info
HEALTH

Buntut 131 Balita Gagal Ginjal, KPAI Minta Peredaran Obat Batuk Asal India Disetop

Foto (ki-ka) Pengurus Formas LKSA - PSAA, Jasra Putra bersama pengurus Panti Asuhan Dapur Yatim Baleendah, Devi Susiana dan Komisioner KPAI, Rita Pranawati menjelaskan foto-foto terkait penyergapan panti oleh Densus 88 Anti Teror saat konferensi pers di Kantor KPAI, Jakarta, 19 Januari 2016. TEMPO/Amston Probel
Bagikan :

NSI.com, JAKARTA – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra meminta pemerintah menyetop peredaran obat batuk asal India, lantaran diduga kuat setelah mengkonsumsi mengakibatkan 131 balita mengalami gagal ginjal.

Temuan ratusan anak gagal ginjal secara misterius ini, pertama kali dilaporkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). “Mari cegah (peredaran obat), sampai jelas kajian Kemenkes, BPOM tentang produk obat tersebut. Ini tidak main-main, Kemenkes harus tegas, bila benar obat ini bisa lepas dari pengawasan perijinan dan pengedaran,” ujar Jasra dalam keterangannya, Kamis (13/10/22).

Jasra lanjut menegaskan, KPAI meminta semua industri obat-obatan menghentikan produksinya, bila itu obat berasal dari Indonesia atau ijinnya melalui perusahaan obat tertentu. Ia berharap Kementerian Kesehatan segera mengusut tuntas temuan IDAI ini.

Related posts

CorsicanDutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanRussianSpanishThai
Hubungi Redaksi NSI