Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

Biaya Pembangunan Tol Bawah Laut di IKN Nusantara Capai Rp 3 Triliun

Foto Ilustrasi, rencana Pembangunan Jalan Tol Bawah Laut di IKN Nusantara. sumber youtube.

NSI.com, JAKARTA – Pembangunan jalan tol dan sejumlah sejumlah proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di provinsi Kalimantan Timur terus dikebut dan diharapkan target pengerjaannya  bisa rampung pada tahun 2024 mendatang. Selain proyek tadi, pemerintah juga berencana akan membangun jalan tol bawah laut di IKN, yakni pembangunan immerse tunnel atau terowongan bawah laut.

Terowongan bawah laut sangat dinantikan, lantaran belum ada di Indonesia. Alternatif ini dipilih sebagai upaya menjaga lingkungan dengan melindungi habitat satwa endemik Kalimantan di Teluk Balikpapan yakni Bekantan.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Junaidi mengatakan, saat ini proyek terowongan tol bawah laut masih dalam proses studi kelayakan atau feasibility study (FS), dan ditargetkan FS akan selesai tahun 2022 ini.

Foto ilustrasi, tol bawah laut menghubungkan IKN dan Balikpapan. youtube.

Tahapan berikutnya, sambung Junaidi, akan dilakukan detail engineering design (DED) dikerjakan pada tahun 2023. “Kemungkinan baru akan dibangun setelah tahun 2024,” ujar Junaidi dalam Media Briefing Pembangunan IKN di Hotel Novotel Balikpapan, pada Minggu (6/11/2022), seraya menambahkan terowongan tol bawah laut ini, akan dibangun pada kedalaman sekitar 40 meter, dengan lebar jalan sekitar 22 meter dan panjang jalan sekitar 1 km.

Nantinya, imbuh Junaidi, bila terowongan ini berhasil dibangun, maka target waktu tempuh dari Bandara Sepinggan di Balikpapan menuju KIPP sekitar 30 menit bisa tercapai dan menjadi lebih dekat ketimbang melalui Jembatan Pulau Balang.

Ia memperkirakan, proyek terowongan bawah laut yang bekerja sama dengan investor dari Korea Selatan ini, akan menelan biaya sekitar Rp 3 triliun. Ia memastikan pembangunan terowongan ini tidak akan mempengaruhi ekosistem air di sekitar Teluk Balikpapan. “Kami sedang mempelajari lebih detil dan melihat proyek serupa yang pernah dibangun di negara lain,” kata dia

Sejauh ini, proyek jalan tol yang dibangun antara lain jalan tol Karang Joang-KKT Kariangau (13,4 kilomter/km), KKT Kariangau-Simpang Tempadung (7,32 km), dan Simpang Tempadung- Jembatan Pulau Balang (6,67 km). Selain itu, pemerintah juga akan membangun jalan tol segmen Bandara VVIP – Rencana Outer Ring Road Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) sepanjang 5,77 km. Namun, ada sejumlah proyek yang ditargetkan baru akan dikerjakan setelah 2024. Proyek ini antara lain Bandara Sepinggan-Tol Balikpapan Samarinda sepanjang 8,35 km, jalan tol Balikpapan-Samarinda eksisting sepanjang 2,89 km.

Sumber : Kompas.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts